Skip to main content

9 Lokasi Makam Wali Songo, Destinasi Wisata Religi di Pulau Jawa

Menjelang bulan Ramadan banyak orang mulai mempersiapkan diri dengan melakukan berbagai kegiatan religi, salah satunya wisata religi atau wisata ziarah ke makam para ulama.Di Indonesia, destinasi yang paling banyak dikunjungi untuk wisata religi adalah makam Wali Songo, sembilan ulama besar yang sangat berpengaruh dalam penyebaran agama Islam, khususnya di tanah Jawa. Saking besarnya pengaruh Wali Songo, peziarah yang datang nggak cuma berasal dari berbagai kota di Indonesia, tapi banyak juga peziarah yang berasal dari mancanegara. Kalau kamu mau ziarah Wali Songo dalam waktu dekat, berikut daftar makam Wali Songo yang tersebar di Pulau Jawa.


1.       Sunan Gresik

Sunan Gresik adalah wali pertama di tanah Jawa yang memiliki nama asli Maulana Malik Ibrahim atau Malik Maghribi. Ayah Sunan Gresik bernama Barakat Zainul Alam, seorang ulama besar dari Maghrib atau Maroko, yang menjadi asal nama Malik Maghribi. Sunan Gresik wafat tanggal 12 Rabiul Awal 822 H (1419 m) dan dimakamkan di Gresik. Kompleks makam Sunan Gresik atau Syekh Maulana Malik Ibrahim berada di Desa Gapura, Sukolilo, Gresik yang berjarak tak jauh dari alun-alun Gresik dan Masjid Jami' Gresik. okasinya sekitar 200 meter alun-alun Gresik, kamu bisa berjalan kaki dari sana. Makam ini jadi objek wisata religi dan ikon Kota Gresik karena banyak wisatawan yang datang untuk berziarah.

Lokasi : Jalan Malik Ibrahim No. 56-62, Gapuro Sukolilo, Bedilan, Kec. Gresik, Kab. Gresik

 

2.       Sunan Ampel

Sunan Ampel adalah putra dari Sunan Gresik. Ia memiliki nama asli Raden Mohammad Ali Rahmatullah atau Raden Rahmat. Salah satu ajaran Sunan ampel yang paling terkenal adalah falsafah “Moh Limo”. Sunan Ampel berdakwah di daerah Ampeldenta sehingga nama Raden Rahmat kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. Makam Sunan Ampel berada di tengah Kampung Arab tepatnya di Jalan Ampel Blumbang Nomor 2A, Surabaya. Komplek makam ini buka selama 24 jam dan ramai dikunjungi pada bulan Ramadhan terutama pada malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.

Lokasi : Jalan Ampel, Petukangan I, Kec. Semampir, Kota Surabaya

 

3.       Sunan Giri

Sunan Giri adalah putra dari Maulana Ishaq dengan Dewi Sekardadu, dengan nama asli Joko Samudro. Sewaktu kecil, ia sempat berguru dengan Raden Rahmat atau Sunan Ampel. Sunan Giri dikenal dengan cara dakwah menggunakan lagu-lagu permainan anak seperti Jelungan, Jor, Gula-ganti, Lir-ilir, dan Cublak Suweng. Makam Sunan Giri terletak di Jalan Sunan Giri, Dusun Giri Gajah, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Makam ini berada di atas bukit, jadi kalau kamu berziarah ke sini, perlu melewati banyak anak tangga untuk sampai di makam yang ada di dalam rumah kayu dengan arsitektur joglo yang khas.

Lokasi : Jalan Sunan Prapen No. 7 Pedukuhan, Sekarkurung, Kec. Kebomas, Kab. Gresik

 

4.       Sunan Bonang

Sunan Bonang memiliki nama asli Raden Makdum Ibrahim yang lahir pada tahun 1465 M di Surabaya. Sunan Bonang adalah putra keempat Raden Rahmat atau Sunan Ampel, dan juga saudara kandung sunan Drajat. Penggunaan gamelan sebagai salah satu media dakwah menjadi asal nama dari Sunan Bonang, dengan salah satu tembang yang terkenal berjudul Tombo Ati. Komplek Makam Sunan Bonang terletak di Kelurahan Kutorejo, Kabupaten Tuban yang berada di sebelah barat Masjid Agung Tuban.

Makam Sunan Bonang cukup unik karena ada di sebuah pendopo semi outdoor berlantaikan marmer. Kamu bisa melakukan wisata religi disini tanpa dipungut biaya. Tapi nggak ada salahnya berdonasi untuk perawatan komplek makam.

Usai ziarah, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Pantai Boom yang berada nggak jauh dari makam. Jadi, kamu bisa menikmati wisata religi sekaligus beristirahat sambil menikmati pemandangan alam.

Lokasi : Jalan KH Mustain, Kutorejo, Kec. Tuban, Kab, Tuban

 

5.       Sunan Drajat

Sunan Drajat yang memiliki nama asli Raden Syarifudin atau Raden Qasim adalah anak dari Sunan Ampel. Sunan Drajat juga merupakan adik dari Sunan Bonang yang juga merupakan salah satu wali yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Metode dakwah Sunan Drajat adalah dengan kesenian suluk dan tembang pangkur, serta ajaran Catur Piwulang. Komplek Makam Sunan Drajat terletak di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Di kawasan makam, terdapat museum Sunan Drajat yang menyimpan sejumlah peninggalan bersejarah, termasuk perangkat gamelan seperti bonang, angklung, ketuk, rebab, gender, dan saron.

Untuk mencapai makam, peziarah harus melewati tujuh tingkat teras, di mana sebagian besar teras awal dibangun dengan material kayu. Sementara beberapa teras terakhir sudah menggunakan batu bata, dengan gaya yang mirip miniatur candi.

Sunan Drajat dikenal dengan falsafah kemanusiaannya yang mendalam dan banyak memberikan pesan moral dalam dakwahnya.

Lokasi : Desa Drajat, Kec. Paciran, Kab. Lamongan

6.       Sunan Muria

Sunan Muria atau Raden Umar Said adalah wali termuda yang menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah, khususnya daerah Kudus,Pati, dan di sekitar daerah-daerah pedalaman seputar Gunung Muria Salah satu versi menyebut bahwa Sunan Muria adalah putra dari Sunan Kalijaga dari pernikahannya dengan Dewi Saroh, yang merupakan putri dari Syekh Maulana Ishaq. Namun ada pula yang mengatakan bahwa Sunan Muria adalah putra Sunan Ngudung dari istrinya yang bernama Dewi Sarifah. Sunan Muria dikenal cara dakwah melalui kesenian, seperti tembang macapat Sinom dan Kinanti. Komplek Makam Sunan Muria terletak di Bukit Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. lokasi padepokannya yang terletak di atas gunung. Tepatnya di lereng Gunung Muria, tepatnya di Desa Colo, Kecamatan Dawe, dengan ketinggian sekitar 1600 mdpl.

Kalau kamu mau berziarah ke makam Sunan Muria, sebaiknya siapkan stamina yang cukup, karena untuk mencapai makam, kamu harus menaiki sekitar 430 anak tangga.

Lokasi : Desa Colo, Kec. Gawe, Kab. Kudus

 

7.       Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga atau Raden Said adalah anak dari Bupati Tuban bernama Tumenggung Wilatikta dan istrinya yang bernama Dewi Nawangrum. Raden Said yang tadinya seorang begal berubah setelah bertemu dan menjadi murid Sunan Bonang. Sunan Kalijaga dikenal dengan cara dakwahnya yang menggunakan pendekatan seni dan budaya, salah satunya adalah wayang. Makam Sunan Kalijaga atau Raden Said terletak di Kelurahan Kadilangu, Demak, Jawa Tengah, yang berjarak 2 kilometer dari Masjid Agung Demak.

Kompleks makam Sunan Kalijaga berada di kawasan pesisir pantai utara Jawa Tengah, tepatnya di Desa Kadilangu, Demak. Berjarak sekitar 2 km di tenggara Kota Demak atau 3 km dari Masjid Agung Demak yang punya arsitektur joglo dengan atap tumpang tiga.

Untuk berziarah ke makam Sunan Kalijaga, peziarah harus melewati tiga pintu gerbang sebelum sampai di Gedung Kasunanan, tempat makam Sunan Kalijaga dan keluarganya dikebumikan.

Disana juga terdapat dua gentong tua peninggalan Sunan Kalijaga. Air dari gentong itu sering digunakan peziarah untuk membasuh tubuh, minum, atau dibawa pulang.

Awalnya, gentong ini digunakan untuk menampung air wudhu dan beras, tapi setelah Sunan Kalijaga wafat, gentong-gentong tersebut dijadikan tempat menampung air buat menjamu peziarah.

Lokasi : Jalan Raden Sahid, Kadilangu, Kec. Demak, Kab. Demak

 

8.       Sunan Kudus Sunan

Kudus atau Ja’far Shadiq adalah putra dari Raden Usman Haji atau Sunan Ngudung. Ayah Sunan Kudus merupakan saudara kandung dari Sunan Ampel. Sunan Kudus bergelar Wali Al-ilmi yang berarti orang yang berilmu luas. Bersama masyarakat, Sunan Kudus membangun masjid Kudus atau Masjid Al-Aqsa pada tahun 956 H ata 1537 M memiliki menara yang berbentuk seperti candi. Makam Sunan Kudus terletak persis di belakang bangunan utama Masjid Menara Kudus yaitu di Pejaten, Kauman, Kudus, Jawa Tengah. Sebelum berziarah, kamu bisa shalat terlebih dahulu di masjid. Untuk menuju makam Sunan Kudus, kamu bisa keluar dari masjid dan berjalan ke arah kiri menara, lalu lurus ke belakang masjid. Makam Sunan Kudus yang berada di sebuah pendopo besar berbalut kain putih.

Lokasi : Gg Kauman, Pejaten, Kec. Kota Kudus, Kab. Kudus

 

9.       Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati memiliki nama asli yaitu Syarif Hidayatullah adalah putra dari Raja Abdullah (Syarif Abdullah) dengan ibunya bernama Rara Santang yang merupakan putri Prabu Siliwangi. Sunan Gunung Jati mulanya berdakwah dan menyebarkan agama Islam di daerah Cirebon menggantikan Syekh Datuk Kahfi di Gunung Sembung. Setelah masyarakat Cirebon banyak yang memeluk agama Islam, Sunan Gunung Jati lantas melanjutkan berdakwah ke daerah Banten. Komplek Makam Sunan Gunung Jati terletak di Jalan Alun-Alun Ciledug Nomor 53, Astana, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat.

Kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati terletak di Desa Wisata Religi Astana, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dari pusat Kota Cirebon, lokasinya cuma berjarak sekitar 4,5 kilometer dan bisa ditempuh nggak lebih 10 menit berkendara.

Kompleks makamnya diketahui punya sembilan pintu, yaitu Pintu Gapura, Pintu Krapyak, Pintu Pasujudan, Pintu Ratnakomala, Pintu Jinem, Pintu Rararoga, Pintu Kaca, Pintu Bacem, dan Pintu Teratai.

Meski begitu, peziarah umum cuma bisa mengakses sampai Pintu Pasujudan, karena pintu-pintu lainnya khusus bagi keluarga keraton Cirebon dan keturunan Sunan Gunung Jati.

Lokasi : Jalan Alun-Alun Ciledug No. 53, Astana, Kec. Gunung Jati, Kab. Cirebon

 

Kegiatan ziarah ke makam Wali Songo memiliki makna sebagai wujud rasa terima kasih atas usaha mereka menyebarkan Islam dengan cara mengirimkan doa-doa. Selain itu, ziarah ke makam Wali songo juga menjadi pengingat bahwa manusia pada akhirnya akan mati, sehingga harus beribadah dengan baik sebagai bekal di akhirat nanti.

 

Comments